BENIH UNGGUL NYAMPLUNG (CALOPHYLLUM INOPHYLLUM) UNTUK PRODUKSI BIOFUEL DAN POTENSI PEMANFAATAN LIMBAHNYA

Benih unggul Nyamplung dihasilkan dari Provenan yang mempunyai potensi rendemen biofuel tinggi sebagai jenis alternatif tanaman hutan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Tim :

1. Dr. Ir. Budi Leksono, MP.
2. Eritrina Windyarini, S.Hut., MSc.
3. Trimaria Hasnah, S.Hut.
4. Marlan
5. Arif Priyono, S.P
6. Hendra Firdaus
Narasi : Benih unggul Nyamplung dihasilkan dari Provenan yang mempunyai potensi rendemen biofuel tinggi sebagai jenis alternatif tanaman hutan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

Academic Exellence:


Nyamplung merupakan jenis asli Indonesia yang mempunyai sebaran alam hampir di seluruh wilayah Indonesia dari ketinggian 0 – 200 m dpl. pada tanah mineral dan pantai berpasir. Pemuliaan nyamplung untuk biofuel berbasis biomasa (Bahan Bakar Nabati/BBN) dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya krisis energi dimasa yang akan datang dengan semakin berkurangnya Bahan Bakar Minyak/BBM fosil. Benih unggul tanaman nyamplung dihasilkan melalui seleksi materi genetik dari 12 populasi nyamplung di Indonesia (6 populasi nyamplung di pulau Jawa dan 6 populasi di luar Jawa). Rendemen biofuel tertinggi di pulau Jawa berasal dari populasi Gunung Kidul (DIY) dengan rendemen minyak (Crude Calophyllum Oil/ CCO) sebesar 50% dan dari populasi Dompu (NTB) sebesar 58%. Dari kedua populasi tersebut telah dibangun Tegakan Benih provenan (TBP) untuk meningkatkan rendemen CCO sebesar 10%.

Economic Benefit:


Cadangan minyak Indonesia pada saat ini sebesar 3,7 miliar barel atau 0,25% dari cadangan minyak dunia. Sehingga tanpa temuan dan pembangunan kilang baru, BBM kita akan habis dalam waktu 11 tahun lagi. Sejak 10 tahun silam (2004), kita telah menjadi negeri pengimpor BBM, sebesar 400 ribu barel per hari (bph) dan saat ini, impor BBM kita mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) atau empat kali lipatnya senilai Rp 1,7 triliun. Khusus untuk solar, ketergantungan kita pada solar dunia sebanyak 35 juta kiloliter per tahun. Untuk mengurangi ketergantungan impor solar dari negara lain tersebut, Permen ESDM No. 25/2013 menginstruksikan campuran biodisel 10% dalam solar. Kebijakan tersebut dalam kurun waktu bulan September-Oktober 2013 dapat menghemat devisa US$ 161,71 juta atau Rp. 1,84 triliyun, dan pada tahun 2014 dapat menghemat 4,4 juta kilo liter atau setara dengan hemat devisa US$ 4,096 miliar. Campuran biodisel tersebut saat ini masih menggunakan minyak sawit yang juga digunakan untuk pangan sehingga perlu disiapakan jenis alternatif yang tidak berkompetisi dengan kepentingan pangan. Nyamplung dengan produksi buah 20 ton/ha/tahun, mempunyai rendemen minyak tinggi sebagai bahan baku biofuel. Dari 2 kg biji kering dapat menghasilkan satu liter minyak (CCO) yang lebih efisien dan lebih tinggi dibandingkan jenis tanaman yang lain.

Social/Cultural Impact:


Benih unggul tanaman nyamplung telah dikembangkan pada areal KPH Yogyakarta seluas 25 ha dan akan dikembangkan hingga 100 ha yang telah memiliki unit Pengolah BBN dengan kapasitas 500 kg/batch. Tanaman nyamplung dikembangkan dengan pola tumpang sari yang dilakukan oleh kelompok tani menggunakan tanaman jagung, ketela, rumput pakan ternak, kacang tanah dan kedelai. Produktivitas tanaman pertanian seluas 25 ha di lokasi tersebut dalam satu tahun dapat memberikan tambahan penghasilan petani untuk masing-masing komoditas sbb.: 1) Jagung 60 ton harga Rp. 2.000/kg (Rp. 120 juta), 2) Ketela 60 ton harga Rp.1.200/kg (Rp. 72 juta), 3) Rumput 20 ton harga Rp. 500/kg (Rp.20 juta), 4) Kacang Tanah 1 ton harga Rp. 3.000/kg (Rp. 3 juta), 5) Kedelai 0,5 ton harga Rp. 4.500/kg (Rp. 2,25 juta) atau dengan pendapatan total Rp. 217,25 juta per tahun. Tanaman tumpang sari dapat berproduksi sampai tanaman nyamplung mulai rapat tajuknya atau sekitar umur 4-5 tahun, dan setelah itu petani dapat mengunduh buahnya untuk dijual ke unit pengolahan BBN di Baron Techno Park sebagai bahan baku pembuatan biodisel. Produktivitas buah nyamplung apabila dapat tumbuh optimal sebesar 16-20 ton/ha/thn atau 400-500 ton/ha/thn untuk tanaman seluas 25 ha. Dengan harga buah nyamplung Rp. 1.000/kg maka setiap tahun kelompok tani bisa mendapatkan penghasilan tambahan sebesar Rp. 400 juta - 500 juta/tahun bila semua pohon berbuah maksimal.

Nilai tambah yang dihasilkan dari buah nyamplung adalah dapat menghasilkan produk lain dengan pemanfaatan limbahnya. Dari cangkang buah dapat menghasilkan briket arang untuk bahan bakar dan asap cair untuk pengawet kayu, bungkil sebagai limbah padat dari pengepresan biji mempunyai kandungan protein kasar tinggi (21-23%) yang dapat digunakan untuk pakan ternak ruminansia, sedangkan getah sebagai limbah cairnya mengandung resin kumarin sampai dengan 1,3% sebagai bahan baku obat-obatan (anti kanker, anti-oksidan, anti-peradangan, anti-HIV, dll.).


Launching : -

Sumber Benih :

1. Tegakan Benih Provenan asal Gunung Kidul (DIY) seluas 5 ha di KHDTK Wonogiri, Jawa Tengah
2. Tegakan Benih Provenan asal Gunung Kidul (DIY) seluas 5 ha di Pangandaran, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat
3. Tegakan Benih Provenan asal Domupu (NTB) seluas 25 ha di areal KPH Yogyakarta Wonogiri, Jawa Tengah

Akses Benih :

1. Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Yogyakarta
2. KPH Yogyakarta


Produk & Layanan Unggulan
Klon Unggul Akasia Hibrida (Acacia Mangium X A. Auriculiformis)

Akasia hibrida merupakan varietas baru hasil persilangan antara Acacia mangium dan A. auriculiformis.

Klon unggul Akasia hibrida ini dihasilkan melalui serangkain penelitian pemuliaan tanaman meliputi studi fenologi, persilangan, produktivitas benih Akasia hibrida, identifikasi Akasia hibrida melalui penanda morfologi dan verifikasi menggunakan penanda molekuler dan uji produktivitas/uji klon di lapangan selama kurang lebih 16 tahun (1998-2014).

Benih Unggul Untuk Produksi Minyak Kayu Putih Di Indonesia

Benih unggul tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi merupakan benih yang dihasilkan secara genetik untuk meningkatkan produksi minyak kayu putih dengan kualitas minyak yang tinggi di Indonesia.

Academic Excellence:

Benih unggul tanaman kayu putih diperoleh melalui serangkaian kegiatan pemuliaan yang berdasarkan ilmu pemuliaan tanaman hutan. Seleksi materi genetik kayu putih dilakukan dari Kepulauan Maluku, Northern TerritoryAustralia dan Western Australia. Pembangunan uji keturunan jenis kayu putih generasi pertama dan ke dua di 5 lokasi yaitu di Ponorogo, Jawa Timur; di Purwodadi, Jawa Tengah; di Cepu, Jawa Tengah; di Gunungkidul, DIY; dan di Kefamenanu, NTT. Penyerbukan terkendali dari tanaman tetua yang terbaik untuk meingkatkan rendemen minyak kayu putih dan kadar cineole-1,8. Strategi pemuliaan tanaman kayu putih yang diterapkan dapat meningkatkan produksi minyak kayu putih antara 2 sd 3,8% atau 2 sd 4 kali rendemen minyak kayu putih pada tanaman kayu putih tanpa pemuliaan.

Pengembangan Klon Unggul Cendana (Santalum Album Linn.) Melalui Metode Kultur Jaringan

Kultur jaringan Cendana menggunakan metode kultur mata tunas dan embriogenesis somatik merupakan satu-satunya teknik pembiakan vegetatif Cendana yang paling prospektif dalam upaya mendukung penyediaan bibit unggul.

Metode kultur jaringan ini akan memberikan hasil yang lebih permanen apabila dikombinasikan dengan metode pembiakan vegetatif yang lain yaitu metode rendaman cabang dalam media air. Sampai dengan saat ini telah dilakukan pengembangan klon Cendana menggunakan metode kultur jaringan dengan menggunakan sumber eksplan yang berasal dari pohon induk unggul yang berasal dari plot konservasi genetik Cendana di Watusipat Gunung Kidul dan dari Kombinasi uji ketununan dan uji provenansi Cendana di Wanagama I Gunung Kidul.

Benih Unggul Mangium (Acacia Mangium)

Benih unggul Mangium merupakan salah satu produk hasil pemuliaan tanaman hutan yang dilakukan melalui serangkaian seleksi keturunan (pedigree) pada beberapa sub-galur yang berasal dari provenansi Indonesia, Papua Nugini dan Australia. Seleksi pedigree dilakukan secara simultan dan dengan proses pengujian yang  komprehensif hampir selama 20 tahun sejak tahun 1994 – 2014 pada beberapa tapak (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) melalui  beberapa generasi keturunan (generasi pertama / F-1 dan generasi kedua / F-2).

Klon Jati Purwobinangun

Berdasarkan hasil seleksi pada plot uji klon jati (Tectona grandis)  pada lahan berbatu/marginal di Watusipat, Gunung Kidul, DIY, dengan jarak tanam 2 x 3 meter diperoleh 5 klon  yang menunjukkan pertumbuhan terbaik pada umur 10 tahun, dengan rata-rata tinggi 14,57 meter, DBH 15,62 cm dan taksiran volume pohon rata-rata  0,205 m3 dengan potensi riap volume 24,38 m3/ha/tahun.

Kelima klon tersebut telah diperbanyak secara vegetatif  menggunakan teknik okulasi dengan keberhasilan tumbuh okulasi sebesar 71,80 s/d 84,20% dan ditanam sebagai plot kebun pangkas. Tingkat kemampaun bertunas (sprouting ability) dan persentase hidup stek pucuknya rata-rata 72,95%  

Kultur Jaringan Sengon (Falcataria Moluccana) Putatif Toleran Karat Tumor

Seleksi genetik klonal sengon putatif toleran karat tumor in vitro dan perbanyakannya melalui kultur jaringan

Academic Exellence

-  Memberikan masukan dalam pelaksanaan kebijakan kesehatan hutan dan secara akademis diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian khususnya pada aspek toleransi tanaman terhadap penyakit karat tumor. 

-  Alternatif prosedur seleksi pada pemuliaan dan patogenitas tanaman hutan 

Benih Unggul Nyamplung (Calophyllum Inophyllum) Untuk Produksi Biofuel Dan Potensi Pemanfaatan Limbahnya

Benih unggul Nyamplung dihasilkan dari Provenan yang mempunyai potensi rendemen biofuel tinggi sebagai jenis alternatif tanaman hutan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

image carousel by WOWSlider.com v7.4