KLON JATI PURWOBINANGUN

Inventor

:

Dr. Ir. Mahfudz, MP.

Ir. Sugeng Pudjiono, MP.

Hamdan Adma Adinugraha, S.Hut. M.Sc.
Mohammad Anis Fauzi, S.Hut.

Deskripsi

:

Berdasarkan hasil seleksi pada plot uji klon jati (Tectona grandis)  pada lahan berbatu/marginal di Watusipat, Gunung Kidul, DIY, dengan jarak tanam 2 x 3 meter diperoleh 5 klon  yang menunjukkan pertumbuhan terbaik pada umur 10 tahun, dengan rata-rata tinggi 14,57 meter, DBH 15,62 cm dan taksiran volume pohon rata-rata  0,205 m3 dengan potensi riap volume 24,38 m3/ha/tahun. Kelima klon tersebut telah diperbanyak secara vegetatif  menggunakan teknik okulasi dengan keberhasilan tumbuh okulasi sebesar 71,80 s/d 84,20% dan ditanam sebagai plot kebun pangkas. Tingkat kemampaun bertunas (sprouting ability) dan persentase hidup stek pucuknya rata-rata 72,95%  

Academic Exellence

:

Taksiran riap volume pohon pada umur 10 tahun telah melebihi target riap yang ditetapkan oleh Badan Litbang Kehutanan untuk jenis  kayu pertukangan daur panjang yaitu diatas 15 m3/ ha/ tahun  

Economic Benefit

:

Penggunaan klon-klon terpilih dan penerapan teknik silvikultur yang tepat akan meningkatkan produktivitas tegakan dihasilkan.

Social/Cultural Impact

:

Adanya peningkatan produktivitas hutan tanaman jati akan semakin mendorong minat masyarakat untuk mengembangkan jenis jenis jati sebagai jenis andalan untuk hutan rakyat

Pengguna yang telah mengaplikasikan karya IPTEK

:

Jati telah dicoba di beberapa pihak swasta dengan mekanisme kerjasama dan sedang dirintis beberapa kerja sama baru baik dengan pihak dinas kehutanan maupun swasta

 


Produk & Layanan Unggulan
Klon Unggul Akasia Hibrida (Acacia Mangium X A. Auriculiformis)

Akasia hibrida merupakan varietas baru hasil persilangan antara Acacia mangium dan A. auriculiformis.

Klon unggul Akasia hibrida ini dihasilkan melalui serangkain penelitian pemuliaan tanaman meliputi studi fenologi, persilangan, produktivitas benih Akasia hibrida, identifikasi Akasia hibrida melalui penanda morfologi dan verifikasi menggunakan penanda molekuler dan uji produktivitas/uji klon di lapangan selama kurang lebih 16 tahun (1998-2014).

Benih Unggul Untuk Produksi Minyak Kayu Putih Di Indonesia

Benih unggul tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi merupakan benih yang dihasilkan secara genetik untuk meningkatkan produksi minyak kayu putih dengan kualitas minyak yang tinggi di Indonesia.

Academic Excellence:

Benih unggul tanaman kayu putih diperoleh melalui serangkaian kegiatan pemuliaan yang berdasarkan ilmu pemuliaan tanaman hutan. Seleksi materi genetik kayu putih dilakukan dari Kepulauan Maluku, Northern TerritoryAustralia dan Western Australia. Pembangunan uji keturunan jenis kayu putih generasi pertama dan ke dua di 5 lokasi yaitu di Ponorogo, Jawa Timur; di Purwodadi, Jawa Tengah; di Cepu, Jawa Tengah; di Gunungkidul, DIY; dan di Kefamenanu, NTT. Penyerbukan terkendali dari tanaman tetua yang terbaik untuk meingkatkan rendemen minyak kayu putih dan kadar cineole-1,8. Strategi pemuliaan tanaman kayu putih yang diterapkan dapat meningkatkan produksi minyak kayu putih antara 2 sd 3,8% atau 2 sd 4 kali rendemen minyak kayu putih pada tanaman kayu putih tanpa pemuliaan.

Pengembangan Klon Unggul Cendana (Santalum Album Linn.) Melalui Metode Kultur Jaringan

Kultur jaringan Cendana menggunakan metode kultur mata tunas dan embriogenesis somatik merupakan satu-satunya teknik pembiakan vegetatif Cendana yang paling prospektif dalam upaya mendukung penyediaan bibit unggul.

Metode kultur jaringan ini akan memberikan hasil yang lebih permanen apabila dikombinasikan dengan metode pembiakan vegetatif yang lain yaitu metode rendaman cabang dalam media air. Sampai dengan saat ini telah dilakukan pengembangan klon Cendana menggunakan metode kultur jaringan dengan menggunakan sumber eksplan yang berasal dari pohon induk unggul yang berasal dari plot konservasi genetik Cendana di Watusipat Gunung Kidul dan dari Kombinasi uji ketununan dan uji provenansi Cendana di Wanagama I Gunung Kidul.

Benih Unggul Mangium (Acacia Mangium)

Benih unggul Mangium merupakan salah satu produk hasil pemuliaan tanaman hutan yang dilakukan melalui serangkaian seleksi keturunan (pedigree) pada beberapa sub-galur yang berasal dari provenansi Indonesia, Papua Nugini dan Australia. Seleksi pedigree dilakukan secara simultan dan dengan proses pengujian yang  komprehensif hampir selama 20 tahun sejak tahun 1994 – 2014 pada beberapa tapak (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) melalui  beberapa generasi keturunan (generasi pertama / F-1 dan generasi kedua / F-2).

Klon Jati Purwobinangun

Berdasarkan hasil seleksi pada plot uji klon jati (Tectona grandis)  pada lahan berbatu/marginal di Watusipat, Gunung Kidul, DIY, dengan jarak tanam 2 x 3 meter diperoleh 5 klon  yang menunjukkan pertumbuhan terbaik pada umur 10 tahun, dengan rata-rata tinggi 14,57 meter, DBH 15,62 cm dan taksiran volume pohon rata-rata  0,205 m3 dengan potensi riap volume 24,38 m3/ha/tahun.

Kelima klon tersebut telah diperbanyak secara vegetatif  menggunakan teknik okulasi dengan keberhasilan tumbuh okulasi sebesar 71,80 s/d 84,20% dan ditanam sebagai plot kebun pangkas. Tingkat kemampaun bertunas (sprouting ability) dan persentase hidup stek pucuknya rata-rata 72,95%  

Kultur Jaringan Sengon (Falcataria Moluccana) Putatif Toleran Karat Tumor

Seleksi genetik klonal sengon putatif toleran karat tumor in vitro dan perbanyakannya melalui kultur jaringan

Academic Exellence

-  Memberikan masukan dalam pelaksanaan kebijakan kesehatan hutan dan secara akademis diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian khususnya pada aspek toleransi tanaman terhadap penyakit karat tumor. 

-  Alternatif prosedur seleksi pada pemuliaan dan patogenitas tanaman hutan 

Benih Unggul Nyamplung (Calophyllum Inophyllum) Untuk Produksi Biofuel Dan Potensi Pemanfaatan Limbahnya

Benih unggul Nyamplung dihasilkan dari Provenan yang mempunyai potensi rendemen biofuel tinggi sebagai jenis alternatif tanaman hutan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

image carousel by WOWSlider.com v7.4