PENGEMBANGAN KLON UNGGUL CENDANA (SANTALUM ALBUM LINN.) MELALUI METODE KULTUR JARINGAN

Inventor

:

Ir. Toni Herawan, MP.(Ketua Tim)

Endin Izudin . S.Hut (Anggota)

Suprihati (Anggota)

Rudi Hartono (Anggota)

Deskripsi Karya IPTEK

:

Kultur jaringan Cendana menggunakan metode kultur mata tunas dan embriogenesis somatik merupakan satu-satunya teknik pembiakan vegetatif Cendana yang paling prospektif dalam upaya mendukung penyediaan bibit unggul. Metode kultur jaringan ini akan memberikan hasil yang lebih permanen apabila dikombinasikan dengan metode pembiakan vegetatif yang lain yaitu metode rendaman cabang dalam media air. Sampai dengan saat ini telah dilakukan pengembangan klon Cendana menggunakan metode kultur jaringan dengan menggunakan sumber eksplan yang berasal dari pohon induk unggul yang berasal dari plot konservasi genetik Cendana di Watusipat Gunung Kidul dan dari Kombinasi uji ketununan dan uji provenansi Cendana di Wanagama I Gunung Kidul.

Academic Exellence

:

Cendana dapat dibiakkan secara generatif melalui biji,akan tetapi viabilitas benih mudah menurun apabila penanganan/penyimpanan benih tidak sempurna dan terlalu lama. Disamping itu pembiakan cendana secara konvensional (stek pucuk, stek akar) sudah lama dilakukan, akan tetapi keberhasilannyamasih rendah.  Laboratorium kultur jaringan Balai Besar Penelitian Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan (BBPBPTH) Yogyakarta telah berhasil menemukan metodeperemajaan/rejuvenasi jenis ini menggunakan teknik rendaman cabang untuk menyediakan materi vegetatif sumber eksplan yang juvenil sekaligus metode pengembangan klon Cendana melalui kultur jaringan. Pengembangan Klon Cendana yang berasal dari pohon induk unggul dewasa telah berhasil dikembangkan menggunakan metode kultur mata tunas sampai tahap aklimatisasi/hardening di rumah kaca dan dengan metode embriogenesis somatik telah berhasil dikembangkan secara lengkap mulai dari tahap awal/pertumbuhan globular kalus sampai dengan pertumbuhan tunas dan akar Cendana.

Economic Benefit

 

Cendana termasuk jenis yang multipurpose species, produk utama dari Cendana khususnya kayu dan minyaknya mempunyai prospek yang baik untuk dikembangkan, karena tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari manusia, misalnya sebagai bahan baku obat, parfum, dan banyak digunakan untuk upacara adat, serta keagamaan, dengan demikian kebutuhan minyak cendana setiap tahun semakin meningkat. Berdasarkan data pada tahun 2013 harga minyak cendana di pasar internasional berkisar US$ 200/100 ml.

Social/Cultural Impact

 

Cendana merupakan jenis AYU (jenis unggulan) di wilayah NTT dan Bali, karena minyaknya banyak dimanfaatkan untuk upacara adat dan keagamaan dan tidak dapat dilepaskan dari kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat disana sejak jaman dahulu. Budidaya tanaman cendana menggunakan sistem agroforestry, sehingga keterlibatan masyarakat menjadi kunci pokok pengembangannya.Sehingga memberikan dampak yang positif terhadap pelestarian lingkungan, perkembangan sosial kemasyarakatan dan budaya masyarakat setempat.

Pengguna yang telah

Mengaplikasikan karya

IPTEK

 

Lembaga Penelitian Departemen/Non-Departemen :

( NTT) :Balai Penelitian Kehutanan Bali dan Nusa Tenggara

(Bogor) : Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI)

Hutan Rakyat :

(NTT) : TTS, Atambua.

Perguruan Tinggi :

Fak. Kehutanan, UGM Yogyakarta


Produk & Layanan Unggulan
Klon Unggul Akasia Hibrida (Acacia Mangium X A. Auriculiformis)

Akasia hibrida merupakan varietas baru hasil persilangan antara Acacia mangium dan A. auriculiformis.

Klon unggul Akasia hibrida ini dihasilkan melalui serangkain penelitian pemuliaan tanaman meliputi studi fenologi, persilangan, produktivitas benih Akasia hibrida, identifikasi Akasia hibrida melalui penanda morfologi dan verifikasi menggunakan penanda molekuler dan uji produktivitas/uji klon di lapangan selama kurang lebih 16 tahun (1998-2014).

Benih Unggul Untuk Produksi Minyak Kayu Putih Di Indonesia

Benih unggul tanaman kayu putih (Melaleuca cajuputi subsp. cajuputi merupakan benih yang dihasilkan secara genetik untuk meningkatkan produksi minyak kayu putih dengan kualitas minyak yang tinggi di Indonesia.

Academic Excellence:

Benih unggul tanaman kayu putih diperoleh melalui serangkaian kegiatan pemuliaan yang berdasarkan ilmu pemuliaan tanaman hutan. Seleksi materi genetik kayu putih dilakukan dari Kepulauan Maluku, Northern TerritoryAustralia dan Western Australia. Pembangunan uji keturunan jenis kayu putih generasi pertama dan ke dua di 5 lokasi yaitu di Ponorogo, Jawa Timur; di Purwodadi, Jawa Tengah; di Cepu, Jawa Tengah; di Gunungkidul, DIY; dan di Kefamenanu, NTT. Penyerbukan terkendali dari tanaman tetua yang terbaik untuk meingkatkan rendemen minyak kayu putih dan kadar cineole-1,8. Strategi pemuliaan tanaman kayu putih yang diterapkan dapat meningkatkan produksi minyak kayu putih antara 2 sd 3,8% atau 2 sd 4 kali rendemen minyak kayu putih pada tanaman kayu putih tanpa pemuliaan.

Pengembangan Klon Unggul Cendana (Santalum Album Linn.) Melalui Metode Kultur Jaringan

Kultur jaringan Cendana menggunakan metode kultur mata tunas dan embriogenesis somatik merupakan satu-satunya teknik pembiakan vegetatif Cendana yang paling prospektif dalam upaya mendukung penyediaan bibit unggul.

Metode kultur jaringan ini akan memberikan hasil yang lebih permanen apabila dikombinasikan dengan metode pembiakan vegetatif yang lain yaitu metode rendaman cabang dalam media air. Sampai dengan saat ini telah dilakukan pengembangan klon Cendana menggunakan metode kultur jaringan dengan menggunakan sumber eksplan yang berasal dari pohon induk unggul yang berasal dari plot konservasi genetik Cendana di Watusipat Gunung Kidul dan dari Kombinasi uji ketununan dan uji provenansi Cendana di Wanagama I Gunung Kidul.

Benih Unggul Mangium (Acacia Mangium)

Benih unggul Mangium merupakan salah satu produk hasil pemuliaan tanaman hutan yang dilakukan melalui serangkaian seleksi keturunan (pedigree) pada beberapa sub-galur yang berasal dari provenansi Indonesia, Papua Nugini dan Australia. Seleksi pedigree dilakukan secara simultan dan dengan proses pengujian yang  komprehensif hampir selama 20 tahun sejak tahun 1994 – 2014 pada beberapa tapak (Jawa, Sumatera dan Kalimantan) melalui  beberapa generasi keturunan (generasi pertama / F-1 dan generasi kedua / F-2).

Klon Jati Purwobinangun

Berdasarkan hasil seleksi pada plot uji klon jati (Tectona grandis)  pada lahan berbatu/marginal di Watusipat, Gunung Kidul, DIY, dengan jarak tanam 2 x 3 meter diperoleh 5 klon  yang menunjukkan pertumbuhan terbaik pada umur 10 tahun, dengan rata-rata tinggi 14,57 meter, DBH 15,62 cm dan taksiran volume pohon rata-rata  0,205 m3 dengan potensi riap volume 24,38 m3/ha/tahun.

Kelima klon tersebut telah diperbanyak secara vegetatif  menggunakan teknik okulasi dengan keberhasilan tumbuh okulasi sebesar 71,80 s/d 84,20% dan ditanam sebagai plot kebun pangkas. Tingkat kemampaun bertunas (sprouting ability) dan persentase hidup stek pucuknya rata-rata 72,95%  

Kultur Jaringan Sengon (Falcataria Moluccana) Putatif Toleran Karat Tumor

Seleksi genetik klonal sengon putatif toleran karat tumor in vitro dan perbanyakannya melalui kultur jaringan

Academic Exellence

-  Memberikan masukan dalam pelaksanaan kebijakan kesehatan hutan dan secara akademis diharapkan dapat menjadi rujukan penelitian khususnya pada aspek toleransi tanaman terhadap penyakit karat tumor. 

-  Alternatif prosedur seleksi pada pemuliaan dan patogenitas tanaman hutan 

Benih Unggul Nyamplung (Calophyllum Inophyllum) Untuk Produksi Biofuel Dan Potensi Pemanfaatan Limbahnya

Benih unggul Nyamplung dihasilkan dari Provenan yang mempunyai potensi rendemen biofuel tinggi sebagai jenis alternatif tanaman hutan untuk energi terbarukan yang ramah lingkungan.

image carousel by WOWSlider.com v7.4